Ngada, NTTzoom.com — Dukungan terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada terus mengalir dari masyarakat.
Salah satunya datang dari Emerensiana Wawo, warga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, yang menegaskan bahwa proyek tersebut membawa banyak manfaat bagi warga sekitar.
Menurut Emerensiana, kehadiran proyek yang dikerjakan oleh PT PLN (Persero) bersama sejumlah mitra membuka banyak peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Hadirnya orang-orang yang membangun di sini seperti PLN sangat membuka ruang bagi masyarakat. Sayur, ayam, lombok, semua hasil warga jadi laku karena pekerja di proyek membutuhkan makanan. Penghasilan masyarakat pun bertambah,” ujarnya Jumat (24/10/2025).
Selain itu, proyek PLTP Mataloko juga disebutnya telah menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi rumah tangga.
“Dulu anak-anak muda hanya duduk-duduk saja, tapi sekarang mereka bisa ikut bekerja sesuai kemampuan mereka,” tambahnya.
Di bidang sosial dan kesehatan, lanjutnya, masyarakat Ulubelu juga merasakan kehadiran positif proyek tersebut. Menurut Emerensiana, pihak PLN dan proyek PLTP sering memberikan bantuan kesehatan dan tanggap jika ada warga yang sakit.
“Kalau masyarakat sakit, mereka siap membantu baik obat-obatan maupun kendaraan untuk diantar ke rumah sakit (darurat). Kami rasakan langsung manfaatnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, berbagai program tanggung jawab sosial (CSR) dari PLN turut dirasakan warga. Bentuk bantuannya beragam, mulai dari kegiatan sosial, dukungan adat-istiadat, hingga keterlibatan langsung dalam acara masyarakat.
“Kalau ada hajatan atau kematian, mereka ikut terlibat membantu. Hubungan sosialnya sangat baik,” tutur Emerensiana.
Meski demikian, ia mengakui bahwa setiap pembangunan tentu memiliki dampak. Namun, menurutnya, sejauh ini dampak negatif PLTP Mataloko masih sangat minim.
“Saya sudah tinggal di sini puluhan tahun, sejak proyek ini mulai tahun 1983. Memang setiap pembangunan ada dampak, tapi yang besar belum ada. Isu longsor yang diberitakan itu biasa saja bagi kami,” katanya.
Emerensiana juga menepis rumor yang menyebut proyek tersebut menimbulkan efek seperti lumpur panas. Menurutnya, kondisi itu justru semakin membaik karena lahan yang dulu panas kini menjadi subur kembali.
“Dulu sebelum ada geothermal, tanah di sekitar sini panas dan tak bisa ditanami. Tapi setelah pengeboran, sekarang sudah hijau kembali,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat percaya pemerintah dan PLN telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar proyek berjalan aman.
“Kami percaya pemerintah tidak mungkin mau menjatuhkan rakyatnya sendiri. Tujuannya pasti untuk memajukan daerah ini supaya sama dengan daerah lain di Jawa,” katanya tegas.
Menutup pernyataannya, Emerensiana berharap agar pembangunan PLTP Mataloko terus berlanjut dan segera tuntas.
“Semoga cepat selesai supaya tidak ada lagi rumor-rumor negatif. Kami ingin melihat hasil nyata yang bermanfaat untuk semua orang,” pungkasnya. (es)
Dapatkan sekarang