Wartawan Bagikan Alat Tulis dan Buku di SDN Letbaun Kabupaten Kupang  
Wartawan dari berbagai media membagikan buku dan alat tulis kepada siswa di SDN Letbaun, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Wartawan Bagikan Alat Tulis dan Buku di SDN Letbaun Kabupaten Kupang  
Wartawan dari berbagai media membagikan buku dan alat tulis kepada siswa di SDN Letbaun, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Wartawan Bagikan Alat Tulis dan Buku di SDN Letbaun Kabupaten Kupang  
Wartawan dari berbagai media membagikan buku dan alat tulis kepada siswa di SDN Letbaun, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
PP
19 Jul 2024 16:54 WITA

Wartawan Bagikan Alat Tulis dan Buku di SDN Letbaun Kabupaten Kupang  

Kupang, NTTzoom - Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, sejumlah wartawan dari berbagai media, baik cetak, online maupun televisi membagikan buku dan alat tulis kepada siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Letbaun, Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Tiba di SDN Letbaun, para wartawan itu diterima Kepala SDN Letbaun, Frans Katu Lote bersama sejumlah guru. 

Hadir pula pemerintah desa Letbaun, yakni kepala desa (Kades) Letbaun, Charlens Herison Bising dan Bunda PAUD Bunga Mawar Letbaun, Dewi Sukmawati Rahayu Gah. 

Uniknya, semua siswa-siswi di SDN Letbaun itu mengenakan pakaian seragam putih merah dan dihiasi dengan sarung motif asala pulau Semau. Tenunan asli orang Helong.  

Mereka antusias menerima bingkisan berupa alat tulis dan buku dari wartawan. Mereka terlihat senang dan gembira seketika bingkisan-bingkisan itu tiba di emperan sekolah.  

Koordinator wartawan peduli pendidikan, Imanuel Lodja atau akrab disapa Ilo itu menjelaskan, kegiatan ini untuk mendukung agar terciptanya generasi penerus bangsa dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta pendidikan semakin baik dan anak- anak di SDN Letbaun dapat meraih cita-cita di masa depan.  

Dia mengaku jika hal ini sebagai bentuk kepedulian para wartawan terhadap dunia pendidikan di Pulau Semau. Khususnya di Desa Letbaun karena spontanitas wartawan yang seringkali meliput berita seputar pendidikan.  

“Jangan dilihat dari jumlahnya. Kami berikan bantuan ini sebagai bagian dari mendukung mutu pendidikan di Desa Letbaun yang jauh lebih baik kedepannya. Ini yang kami harapkan,” ungkapnya. 

Sementara itu Kepala SDN Letbaun, Frans Katu Lote menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada sejumlah wartawan yang sudah peduli terhadap pendidikan di Desa Letbaun, SDN Letbaun.  

Sebagai orang nomor satu di SDN Letbaun, Frans mengatakan jika kegiatan ini dapat membantu menghasilkan generasi penerus bangsa atau SDM yang unggul yang mampu bersaing dengan wilayah lainnya. 

Dia menjelaskan bahwa di SDN Letbaun terdapat 64 siswa-siswi, mulai dari kelas satu hingga kelas enam.  

“Selaku kepala SDN Letbaun, saya merasa bangga dan terimakasih atas kunjungan dari wartawan. Bantuan ini sebagai bentuk untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di SDN Letbaun," ujar Frans. 

Kades Letbaun, Charlens Herison Bising menambahkan, pembagian buku dan alat tulis dari para wartawan ini sebagai wujud untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar berlomba-lomba dalam menimba ilmu dan meraih cita-cita. 

“Kedatangan para wartawan di Desa Letbaun bukanlah hal yang baru. Mereka sudah berulangkali turun ke Desa Letbaun dan memberikan pelayanan yang terbaik di desa ini. Sebagai pemerintah desa Letbaun, saya berterimakasih,” ujarnya. 

Charlens juga menjelaskan, satu-satunya sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pulau Semau, ada di Desa Letbaun yaitu SMK Negeri 1 Bungtilu. 

“Di desa Letbaun ada juga SMK. Dan, itu satu-satunya SMK di Pulau Semau.” Sebutnya  

Untuk diketahui, pembagian alat tulis dan buku oleh para wartawan sebanyak 153 paket. 153 paket itu dibagikan kepada PAUD Bunga Mawar Letbaun, siswa-siswi dari SDN Letbaun, SMP dan SMA serta SMK Negeri 1 Bungtilu.  

Dengan rincian, PAUD Bunga Mawar Letbaun sebanyak 29 anak yang terdiri dari  14 laki-laki dan 15 perempuan. Selanjutnya SD sebanyak 53 anak dengan jumlah 31 laki-laki dan 22 perempuan.  

Sementara untuk anak SMP sebanyak 22 orang dengan jumlah 7 laki-laki dan 15 perempuan serta SMK/SMA sebanyak 30 orang dengan jumlah 18 laki-laki dan 12 perempuan. (jem/dev/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai