Dari Satwa, Sampah hingga Stunting Dia Urus
KUPANG, NTTZOOM-Aipda Vinsensius Loye, seorang Anggota Polisi di Provinsi NTT memiliki kesehariqn yang berbeda dan istimewa. Vinsensius bertugas di Polda NTT berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) dengan jabatan sebagai Kasubnit Cakal Unit Satwa Dit Samapta. Tugas yang diemban, yaitu keseharian bersama para anggotanya melatih dan memelihara atau merawat satwa anjing K-9 yang diperuntukkan untuk tugas kepolisian. Begitu juga dengan satwa kuda untuk patroli dari pihak kepolisian.
Polisi Satwa (K-9) merupakan salah satu unit yang berada di bawah Direktorat Samapta (Ditsamapta) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).
Sesuai namanya, salah satu tugas unit ini, yaitu mengoperasionalkan satwa khususnya anjing (K-9) dan kuda (Aswasada) dalam melaksanakan berbagai tugas spesifik. Seperti melaksanakan sterilisasi, mencari keberadaan benda terlarang, pengendalian massa hingga terlibat dalam kegiatan search and rescue (SAR).
Seperti dipantau media ini pada 23 Maret 2023 di lokasi Ranch 88 Polda NTT, Aipda Vinsensius tampak merawat satwa anjing dan kuda dengan menggunakan tas motif tenunan asal Kabupaten Nagekeo.
Alasan memakai tas motif tersebut, Aipda Vinsensius mengatakan, menggunakan tas selempang tradisional dari berbagai daerah adalah bagian dari Anggota Polda NTT dalam mendukung kebijakan Kapolda NTT, Johni Asadoma. Tujuannya, yaitu untuk membantu dan promosikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi masyarakat di Provinsi NTT.
"Tugas saya keseharian adalah anggota Polri yang saat ini saya berdinas di Unit Satwa Ditsamapta Polda NTT yang keseharian saya itu melatih dan merawat Satwa anjing K-9 dan kuda untuk tugas kepolisian," ungkap Vinsensius kepada wartawan.
Di tengah kesibukan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara, ayah empat anak itu juga melakukan hal positif di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, hal positif yang dilakukan Aipda Vinsensius bisa dibilang bisa menginspirasi banyak orang.
Vinsensius juga kerap dikenal sebagai Polisi yang cinta dan peduli akan lingkungan sekitar. Pasalnya, selepas tugas sebagai anggota kepolisian, Vinsensius juga dipercayakan oleh masyarakat RT 041/RW 001 untuk menjabat sebagai Ketua RT. Kehadiran sosok polisi di tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Tak hanya bertugas sebagai petugas keamanaan negara. Polisi dituntut sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat.
Setelah dilantik sebagai Ketua RT pada 7 Januari 2022, program sasaran utama dari Vinsensius, yaitu terkait kebersihan lingkungan RT 041/RW 001.
"Selepas dari tugas di kantor, saya kembali ke rumah, saya dipercayakan oleh warga setempat untuk mengemban tugas sebagai Ketua RT 041 yang berjalan sudah sejak satu tahun setelah dilantik," ucapnya.
Selaku ketua RT 041, Aipda Vinsensius telah membayar kepercayaan masyarakat setempat dengan berbagai program yang luar biasa dilakukan. Salah satunya yaitu, menggagas tim kebersihan di lingkungan tersebut. Tim itu dibentuk dengan tujuan untuk mengumpulkan sampah dari setiap rumah warga, kos-kosan maupun tempat usaha.
Lebih lanjut, pria yang bertugas selama kurang lebih 20 tahun sebagai Kasubnit Cakal Unit Satwa Dit Samapta Polda NTT itu, mengatakan setelah sampah diambil tim kebersihan, sampah itu dibawa dan ditampung pada konteiner sampah. Konteiner sampah tersebut, urai Vinsensius, merupakan hasil swadaya dirinya bersama warga RT 041.
"Sasar utama saya yaitu kebersihan dan saya dibantu oleh tim saya, yaitu bidang kebersihan dan Linmas," jelasnya.
Masih menurut dia, terkait kebersihan di RT 41 ini, sampah saat ini sudah mulai ada perubahan ketika ada tim kebersihan.
Dijelaskan, dari program tersebut, sampai saat ini masyarakat setempat sudah sadar akan kebersihan di lingkungan sekitar tanpa membuang sampah sembarangan.
"Untuk kita ketahui bersama bahwa sampah memang menjadi sasaran utama kita karena itu bagian dari penyakit. Nah, dari hasil selama satu tahun ini, di lingkungan kami ini, untuk penyakit DBD sendiri tidak ada atau minim," bebernya.
Vincensius merasa terpanggil untuk peduli dengan kebersihan karena salah satu permasalahan yang terjadi pada masyarakat yaitu terkait penyakit DBD dan penyakit malaria.
Dia mengatakan, dengan program kebersihan tersebut, alhasil penyakit DBD dan malaria hingga saat ini terbukti kalau warga di sekitaran RT 041 tidak terjangkit penyakit DBD dan malaria.
"Sejak 2022 kami laksanakan kebersihan sampai saat ini, terbukti bahwa warga saya tidak ada yang terjangkit kasus DBD dan Malaria," ucapnya.
Dikatakan, sampah yang dibuang ke TPS tersebut, tidak diperkenankan untuk warga setempat. Terkecuali petugas kebersihan sendiri. Menurutnya, jika warga yang membuang sampah ke TPS, maka dengan sendirinya akan terjadi berceceran.
"Jadi yang buang ke TPS itu petugas kebersihan sendiri. Warga atau tetangga sebelah dilarang karena, takutnya akan berceceran," ungkapnya.
Selanjutnya, pria kelahiran Bolotoga Nagekeo, 6 Juli 1981 itu menyebut, Ketika sampah sudah penuh di konteiner tersebut, pihaknya menghubungi dinas kebersihan untuk segera mangangkut dan diganti dengan konteneir yang baru. "Itu dalam satu minggu bisa 2 atau 3 konteiner yang penuh," jelasnya.
Di bidang keamanan, kata Aipda Vinsensius, pihaknya membentuk Linmas dengan merekrut tiga orang warganya guna bertugas melaksanakan pengamanan pada acara-acara kemasyarakatan maupun tugas patroli khususnya di wilayah RT 041. Bersama warga ia juga membangun Pos Kamling guna mewujudkan keamanan lingkungan.
Selaku Ketua RT 041, dirinya terus memberi imbauan kepada masyarakat dan warga asing yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa yang kuliah di Kampus STIKES Nusantara.
Sosok Anggota Polisi ini tidak perlu diragukan lagi tentang aksi kemanusiaan. Pasalnya, Aipda Vinsensius telah membantu seorang janda dengan 3 anaknya untuk sebuah rumah dan masih banyak lagi aksi-aksi kemanusiaan yang dibuatnya.
Untuk diketahui, sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di lingkungan RT 041 yang dimpin Aipda Vinsensius selaku Ketua RT.
Sementara warga RT 041 RT 001, David Loba, S. Pd., M.,Pd yang juga akademisi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang mengapresiasi Ketua RT 041 terkait program kebersihan lingkungan tersebut.
Dikatakan David, bagi masyarakat RT 041/RW 001 Kelurahan Liliba, Aipda Vinsensius memang tidak asing lagi.
Menurut dosen pengampuh mata kuliah PJKR UKAW Kupang itu, sebagai anggota polisi, tugas dan tanggung jawab yang sangat luar biasa untuk mengabdi bagi Nusa dan Bangsa. Tetapi, selain dari tugas dan fungsi pokoknya sebagai anggota polisi, tidak dipungkiri juga Aipda Vinsensius bekerja kepada warga RT 041 hingga saat ini program-program tersebut benar-benar terbukti.
Dikatakan Mantan tim formatur seleksi untuk pemilihan ketua RT itu, dari program yang dilakukan Aipda Vinsensius itu awalnya menuai pro dan kontra. Namun, dari waktu ke waktu program tersebut mulai terealisasi.
"Beliau memang tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota kepolisian. Tapi selepas dari tugas pokoknya, beliau juga sebagai ketua RT 041 yang kesehariannya terus mengangkut sampah dari rumah-rumah warga untuk dibuang ke TPS. Dan itu sudah dilakukan sejak dirinya dilantik menjadi Ketua RT," ungkapnya.
Bahkan, lanjut David, RT 041 pernah mendapat juara 1 dari Mabes Polri ketika berhasil mendirikan sebuah pos kamling di sekitar lingkungan RT 041/RT 001.
"Kami bersama Ketua RT 041, Aipda Vinsensius pernah mendapatkan juara satu dari Mabes Polri. Dan itu untuk tingkat keamanan," tambahnya.
Diungkapkan David, pihaknya akan terus bekerja berkolaborasi untuk mendukung pemerintah dalam hal menurunkan angka stunting khususnya di RT 041.
"Hal berikut yang kami akan lakukan bersama Aipda Vinsensius selaku Ketua RT, yaitu terkait stunting. Kami akan laksanakan itu di masyarakat sekitar," ungkap David yang sementara menyelesaikan studi S2 di Universitas Semarang itu.(*/jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang