MAUMERE, NTTZOOM-Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo meresmikan SMPK Watupajung di Desa Sikka Kecamatan Lela, menjadi SMP Negeri 45 Watupajung. Peresmian itu dihadiri Camat Lela Herman D. Bosko Da Lopez SE, Kadis PKO Sikka Manyela Da Chunha, Kepala Desa Sikka Marianus Riwu dan sejumlah kepala desa tetangganya. Persmian itu dilaksanakan, Kamis (5/8) di Sikka.
Kunjungan Robi ke SMPK Watupajung itu disambut meriah warga, para guru dan siswa/i SMP Watupajung. Awalnya SMPK Watupajung didirikan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Sikka, yang dipimpin langsung Edmundus Pareira yang kemudian menjadi ketua yayasan pertama SPMK Watupajung.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada kesempatan itu menjelaskan, para pendiri sekolah tersebut harus diberi penghargaan, sebagai bentuk apresiasi yang telah berjuang menghadirkan sekolah di Desa Sikka. Robi kemudian mengusulkan agar perpustakaan SMP Negeri 45 Watupajung diberi nama Perpustakaan Edmundus Pareira.
"Para pendiri sekolah SMP Watupajung ini harus diberi penghargaan untuk tetap dikenang oleh generasi penerus lainnya. Karena itu saya mengusulkan untuk mengenang para pendiri, maka berilah nama Perpustakaan Edmundus Pareira," ujar Robi.
Robi juga memberikan apresiasi kepada para pendiri yang telah berjuang mendidikan satu lembagai pendidikan sekolah menengah pertama SMP Watupajung, dan saat ini secara iklas menyerahkan kepada pemerintah untuk dinegerikan. Atas dasar itu pihaknya meresmikan SMPK Watupajung menjadi SMP Negeri 45 l Watupajung.
Untuk meningkatkan kualitas anak didik pada SMPN 45 Watupajung, lanjut Robi para guru diimbau untuk mendidik siswa untuk terampil berbahasa Inggris. Dengan keterampilan berbahasa Inggris para siswa bisa berkomunikasi dengan turis atau orang asing. Di samping itu Sikka juga merupakan salah satu aset wisata yang sering dikunjungi warga asing karena adanya gereja tua di Sikka.
"Kepada para pendiri SMPK Watupajung ini patut diberi apresiasi, karena mereka adalah pejuang untuk membangun lembaga pendidikan di Desa Sikka. Di samping itu saya bangga karena hari ini para pendidik secara iklas menyerahkan sekolah ini kepada pemerintah untuk dinegerikan dan hari ini juga sekolah ini resmi menjadi sekolah negeri," jelas Robi.
Seentara Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka Manyela Da Chunha pada kesempatan yang sama mengatakan, sebelum meresmikan SMPK Watupajung menjadi SMP Negeri 45 Watupajung, bupati juga meresmikan satu sekolah swasta di Kloangpopot, Kecamatan Doreng, menjadi SMP Negeri 44 Kloang Popot.
SMP di Kabupaten Sikka berjumlah 87 sekolah, 45 sekolah negeri termasuk SMP Watupajung dan 42 SMP swasta. Sementara untuk TK/Paud, yang terbanyak di Indonesia berada di Kabupaten Sikka dengan total 359. Namun sejarah juga mencatat bahwa TK/Paud negeri di Sikka hanya dua sekolah.
"Sekarang ini paling kecil di Indonesia TK/Paud hanya ada di Sikka yakni hanya dua sekolah. Yang paling banyak hanya ada di Kabupaten Ngada yang berjumlah 34 TK negeri. Oleh karena itu anak-anak yang sarjana pendidikan TK ada, namun di Sikka hingga saat ini belum ada formamsinya," jelas Manyela.
Menurutnya, formasi untuk sarjana TK/Paud dihitung berdasarkan Rombongan Belajar TK negeri dan saat ini TK negeri hanya TK Pembina. Sementara guru TK negeri di Sikka sebanyak 130 orang. Dengan demikian jika dihitung secara matematis maka sebanyak 130 guru negeri TK itu pensiun baru akan ada formasi baru. Dengan demikian di Sikka hanya formasi SD, SMP dan P3K. Karena itu guru-guru yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti prosesnya.
"Ada sebanyak 335 SD sudah dinegerikan dan 192 masih swasta. Untuk TK jika tidak berhalangan maka sebelum akhir bulan Agustus 2021 ada satu TK yang dikelola oleh desa akan dinegerikan, semua persyaratannya sudah lengkap," ungkap Manyela.(rel/cd3/nz)
Dapatkan sekarang