Diduga Siksa Siswa SMK di Maumere, Satpol PP Dituding Arogan
Siswa Bhaktiyarsa Ferdinandus SIli Making didampingi ketua komite
Redaksi
14 Aug 2021 12:28 WITA

Diduga Siksa Siswa SMK di Maumere, Satpol PP Dituding Arogan

MAUMERE, NTTZOOM-Diduga melakukan penyiksaan terhadap siswa SMK Bhaktiyarsa Maumere saat penertiban PPKM, Kasat  Satpol PP Sikka Drs. Adeodatus Buang Da Chunha dituding arogan.

Tudingan itu lantaran saat melakukan penertiban, Buang memasuki ruang kelas tanpa permisi dan mengeluarkan siswa dari dalam kelas, kemudian siswa dipaksa untuk squat jump di halaman sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala SMK Bhaktiyarsa Marselina Lidi SSpS, Kamis (12/8) di Maumere.

Marselina jelaskan, sejumlah siswa yang datang ke sekolah karena adanya keluhan orangtua siswa yang anaknya tidak pernah mendapatkan pembelajaran dalam bentuk tatap muka. Sementara siswa lainnya yang mengikuti pembelajaran melalui daring dari rumah masing-masing secara virtual.

Peristiwa itu lanjut Marselina terjadi Selasa (10/8) sekitar pukul 9.00 Wita. Saat itu SMK Bhaktiyarsa panik dengan kedatangan pasukan Satpol PP di bawah pimpinan Buang, langsung menuju ruang kelas dan memaksa siswa dan guru untuk keluar dari ruangan menuju halaman terbuka dan memerintahkan para siswa berbaris di halaman dan seketika itu langsung diperintahkan untuk melakukan squat jump.

Sejumlah siswa perempuan yang mengenakan rok juga diperintahkan untuk melakukan kegiatan yang sama. Namun langsung dilarang oleh kepala sekolah dan meminta Buang agar siswa putri tidak perlu melakukan squat jump.

"Kami semua kaget, Buang datang dan berteriak-teriak kepada para siswa sambil masuk ke dalam kelas dan memerintahkan siswa untuk segera keluar dari ruangan. Padahal dalam ruangan itu jumlah siswa hanya sebatas 6 sampai 12 orang, khusus siswa yang ingin menerima pelajaran dan mengikuti ujian di sekolahnya sesuai permintaan orantuanya,” jelas Marselina.

Sejumlah siswipun syok, kata Marselina karena selama mengikuti pendidikan di sekolah tidak pernah terjadi tindakan kekerasan. Bahkan seorang siswa asal Lembata Ferdinandus Sili Making langsung melukiskan tindakan saat Pol PP itu dalam sebuah puisi yang dibuatnya dalam bentuk video. Video yang disebarkan melalui YouTube itu menjadi viral di lembaga pendidikan SMK Bhaktiyarsa Maumere.

Marselina kepada Buang mengaku kalau dirinya belum menerima surat edaran perpanjangan PPKM, baik oleh pemerintah setempat ataupun melalui Dinas PPKO Sikka.

Pada saat Pol PP melakukan tindakan itu Buang langsung menelpon dua wartawan TV untuk melakukan peliputan dan mewawancarai Buang selaku Kasat Pol PP dan kepala sekolah. Anehnya kata Marselina kejadiannya hari Selasa (10/8) dalam pemberitaan di sebuah stasiun TV diberitakan kejadiannya Kamis (12/8). Di sisi lain dalam pemberitaan itu hanya diberitakan secara sepihak, yakni dari Kasat Pol PP, sementara pada saat yang sama wartawan ini mewawancarai kepala sekolahnya, namun tidak satupun keterangan kepala sekolah yang diberitakan.

"Saya sungguh amat kecewa dengan wartawan yang mewawancarai saya. Tidak ada satu kalimatpun keterangan saya diberitakan, dan hanya semata-mata pernyataan Buang yang diberitakan. Sementara kejadiannya hari Selasa (10/8) dalam berita itu disampaikan hari Kamis (12/8). Ini wartawan atau apa, bolehkah berita itu disiarkan secara sepihak?” tanya Marselina.

Terpisah Kasat Pol PP Buang Da Chunha yang dikonfirmasi Jumat (13/8) di ruangan kerjanya membantah keras peryataan yang disampaikan kepala sekolah tersebut.

Menurut Buang, pada saat itu ia datang dan menemui Satpam, selanjutnya menemui kepala sekolah, dan menjelaskan kalau siswa dilarang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena masih dalam PPKM.

Buang juga mengaku menjelaskan kepada siswa akan bahaya Covid-19, di samping itu Kabupaten Sikka masih berstatus level IV, sehingga harus ditertibkan dan tidak ada KBM di sekolah-sekolah. Terkait adanya tindakan kekerasan Buang juga membantah keras, bahwa siswa diminta untuk melakukan squat jump itu bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh apa lagi di pagi hari.

"Saya bertindak sesuai aturan, dan saat saya datang saya menemui Satpam, menyampaikan kepada para guru termasuk kepala sekolah, bahkan saat saya menjelaskan kepada siswa di dampingi langsung oleh kepala sekolah sendiri. Squat Jump diberikan kepada siswa hanya untuk meningkatkan imun tubuh,” jelas Buang.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai