Drama Para Bupati Sehabis Jabat Dua Periode (1)
Christian Rotok
Carlens
26 Mar 2023 19:43 WITA

Drama Para Bupati Sehabis Jabat Dua Periode (1)

Christian Rotok Memuncak Lalu Rontok

(oleh: Carlens Herison Bising)

PERSILATAN di dunia politik menyisakan banyak cerita. Naik, turun. Timbul, tenggelam. Hilang, muncul. Tidak ada yang abadi.

Seperti kisah Christian Rotok. Bupati Manggarai dua periode. Dia menjabat 2005-2010 dan 2010-2015. Drs. Christian Rotok, lahir 10 Februari 1956. Dia memulai karir sebagai ASN setelah menyelesaikan studi strata satunya.

Karir ASN dimulai dari Kasubbag Umum Dispenda Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 1989-1990. Selanjutnya, tahun 1990-1994, Chris menjabat Kepala Cabang Dinas Pendapatan Daerah Provinsi NTT Ruteng.

Masih dalam karir ASN-nya, tahun 1994-1998, Chris dipercaya sebagai Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Manggarai. Selanjutnya, Tahun 1998-2003, naik menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Manggarai.

Bahkan, dia mencapai puncak karir ASN dengan menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat tahun 2003-2005.

Sebagai birokrat ulung Chris Rotok rupanya tahu betul isi hati masyarakat yang dilayaninya. Dia pun mencoba peruntungan dengan menyeberang ke dunia politik.

Seperti halnya di ASN, Chris Rotok pun tidak bisa dibendung. Dia menang di Pilbup Manggarai 2005 bersama wakilnya Deno Kamelus yang mengusung tagline Credo.

Tidak puas dengan satu periode, pasangan yang terpilih dalam pemilihan langsung itu kembali bertarung di 2010 dan menang atas lawannya.

Di tengah karir politiknya yang memuncak, Chris ingin mencari istana baru. Dia mencalonkan diri sebagai calon gubernur berpasangan dengan Abraham Paul Liyanto pada Pilgub 2013. Menariknya, pasangan ini lolos sebagai calon melalui jalur independen dengan tagline Cristal.

Pilgub 2013 memang panas. Ada lima pasangan yang bertarung. Selain Cristal, ada gubernur petahana Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Esthon Foenay yang pecah kongsi dari tagline Fren.

Frans menggandeng Beny Litelnoni yang juga Wakil Bupati TTS kala itu. Keduanya mengusung tagline Frenly. Sementara Esthon menggandeng pengusaha asal Ngada, Paul Tallo. Pasangan berikut adalah Ibrahim Agustinus Medah-Melki Laka Lena dan Benni Kabur Harman-Wellem Nope.

Masing-masing pasangan memiliki dramanya. Iban Medah yang kala itu menjabat Ketua DPRD NTT disebut ditelikung karena calon wakil yang dia inginkan bukan Melki Laka Lena. Iban pasrah dengan keputusan tertinggi partai Golkar. Sementara Benni Harman yang juga Anggota DPR RI kala itu menggandeng Wellem Nope, Anggota DPRD NTT dan mantan bupati TTS.
Pilgub 2013 dimenangkan oleh Paket Frenly. Chris Rotok pun harus mengubur mimpinya untuk naik level dan harus kembali memimpin Manggarai.

Lima tahun berlalu, Chris Rotok belum menyerah. Setelah purna tugas di Manggarai, Chris menyeberang ke Partai Gerindra. Pilgub NTT baru akan dihelat 2018, namun pada 2016, Partai Gerindra sudah menyatakan mengusung Esthon Foenay-Christian Rotok. Pasangan yang paling pertama menabuh gendang perang untuk Pilgub 2018.

Sejumlah drama pun kembali terjadi sebelum dan sesudah Pilgub 2018 yang diikuti empat pasangan calon itu. Pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni misalnya, harus menelan pil pahit menjelang masa kampanye. Marianus Sae ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus korupsi.

Sementara pasangan yang diusung Golkar-Nasdem, yakni Jacki Uly-Melki Laka Lena diganti dengan Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef A.Nae Soi (Victory-Joss) menjelang pendaftaran ke KPU. Perang urat saraf pun tidak terelakkan. Apalagi setelah Marianus Sae ditahan KPK, Emi Nomleni harus berjuang sendiri. Namun isu perempuan pun berhembus kencang sehingga dukungan kepada mantan anggota DPRD NTT itu terus mengalir.

Usai Pilgub NTT yang dimenangkan oleh Paket Victory-Joss, peta politik terus berubah. Emi Nomleni berhasil membawa PDI Perjuangan ke pucuk pimpinan DPRD NTT. Menggeser dikdaya Partai Golkar. Bahkan Emi yang menggantikan Frans Lebu Raya (Alm) sebagai Ketua DPD PDIP NTT, didapuk menjadi Ketua DPRD NTT hingga saat ini.

Kembali lagi tentang Chris Rotok. Kalah untuk yang kedua kalinya di Pilgub NTT 2018, Chris Rotok yang kembali menyeberang ke PAN tidak tinggal diam. Dia yakin betul, sebagai mantan Sekda dan bupati dua periode, masyarakat Manggarai Raya tidak lantas melupakan jasa-jasanya. Politikus memang siap untuk mati berkali-kali. Chris Rotok kemudian menjadi calon legislatif untuk DPR RI daerah pemilihan NTT 1 dari PAN. Apalagi, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Manggarai 2019 saja mencapai 198 ribu.

Sayang, Chris Rotok kembali rontok di pileg 2019 setelah perolehan suaranya masih di bawah rekan satu partainya, Ahmad Yohan. Setelah 2019, belum lagi terdengar issu atau gerakan politik atas nama Christian Rotok. Sementara saat ini sedang ramai kader-kader partai politik bersiap menghadapi Pemilu, Pileg dan Pilkada 2024.(bersambung...)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai