Dua Sapi Kurban di Polda NTT Ditemukan Alami Infeksi pada Organ Hati
Tim dokter hewan dari Puskeswan Kota Kupang menemukan kelainan (infeksi) pada organ hati dua ekor sapi kurban bantuan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) saat pemeriksaan kesehatan pascapenyembelihan, Rabu (27/05/2026). 
Redaksi
27 May 2026 14:24 WITA

Dua Sapi Kurban di Polda NTT Ditemukan Alami Infeksi pada Organ Hati

‎Kupang, NTTzoom.com — Tim dokter hewan dari Puskeswan Kota Kupang menemukan kelainan (infeksi) pada organ hati dua ekor sapi kurban bantuan Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) saat pemeriksaan kesehatan pascapenyembelihan, Rabu (27/05/2026). 

‎Kelainan ini ditemukan saat pemeriksaan yang dilakukan usai proses penyembelihan hewan kurban untuk memastikan daging dan organ dalam yang akan dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi.

‎Pada sapi pertama, petugas menemukan indikasi infeksi pada organ hati yang diduga berkaitan dengan bakteri maupun parasit. Sementara pada sapi kedua, ditemukan kondisi tidak normal berupa darah yang menggumpal dan masih mengalir saat hati diiris untuk pemeriksaan.

‎Dokter hewan Puskeswan Kota Kupang, drh Lia Nope, mengatakan infeksi pada hati sapi dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari bakteri hingga parasit seperti cacing hati.

‎“Bisa karena infeksi bakteri, bisa juga karena ada parasit di dalam. Parasit di hati biasanya menyebabkan berbagai infeksi. Jadi ada perdarahan di hati, ada cacing, bahkan bentukan cacing dewasa juga bisa ditemukan di hati,” kata Lia.

‎Menurutnya, organ yang mengalami kelainan harus diafkir atau dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat dan tidak menimbulkan risiko penyakit.

‎Ia menjelaskan, infeksi parasit umumnya memiliki organ target tertentu sehingga tidak selalu memengaruhi seluruh bagian tubuh hewan.

‎“Kalau cacing paling sering ditemukan di hati. Jadi biasanya yang diafkir hanya organ yang terdampak saja, sedangkan dagingnya masih aman setelah diperiksa,” ujarnya.

‎Terkait temuan pada sapi kedua, Lia menyebut kondisi darah yang masih mengalir saat hati dipotong bukan kondisi normal pada organ hati sehat sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‎Meski demikian, petugas memastikan bagian daging yang telah diperiksa dan dinyatakan layak konsumsi tetap dapat dibagikan kepada masyarakat penerima kurban.

‎Pemeriksaan post mortem terhadap hewan kurban dilakukan untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah penyebaran penyakit melalui konsumsi daging dan organ dalam hewan. 

‎Untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Polda NTT menyiapkan 148 ekor hewan kurban yang terdiri atas 91 ekor sapi dan 57 ekor kambing yang akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai