Ekonomi NTT Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi
Carlens
16 Aug 2022 07:30 WITA

Ekonomi NTT Tumbuh, Kemiskinan Menurun

* Pidato Radio Gubernur NTT dalam Rangka HUT Ke-77 RI

KUPANG, NTTZOOM-Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan podato radio dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, Senin (15/8).

Pidato Radio itu dibacakan Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi di Aula Fernandes Lantai IV Kantor Gubernur NTT.

Mengawali Pidato, Jos Nae Soi mengucapkan selamat Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia kepada seluruh lapisan masyarakat NTT. Dia berharap, semoga Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kokoh dan jaya dalam menghadapi berbagai tantangan.

Perayaan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, mengusung tema besar “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

Untuk itu, pada momentum bersejarah itu, Josef Nae Soi selaku Wakil Gubernur NTT mengajak seluruh masyarakat NTT agar terus meningkatkan kewaspadaan dan daya juang, dengan mengobarkan semangat yang menyala-nyala dalam kebersamaan memerangi berbagai permasalahan sosial ekonomi di daerah ini demi mewujudkan visi “NTT Bangkit menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

"Saya menyadari bahwa segala kebijakan yang diambil pemerintah merupakan terobosan untuk mencari solusi terbaik untuk menjawab berbagai masalah lokal," kata Politikus Partai Golkar itu.

Selain pandemi Covid-19, NTT juga mengalami musibah Badai Siklon Tropis Seroja dan penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi.

"Namun, kita berhasil melintasi tahun sulit itu dengan sangat baik dan cepat," sebutnya.

Kerja keras dan kerja bersama telah membuahkan kinerja ekonomi yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada triwulan II tahun 2022 mencapai 3,01 persen lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan I sebesar 1,62 persen
Sedangkan angka kemiskinan di NTT terus mengalami penurunan. 

Pada bulan Maret 2022, angka kemiskinan turun lagi sebesar 0,94 persen atau setara 14 ribu lebih orang, sehingga angka kemiskinan kini menjadi 20,05 persen. NTT tercatat sebagai salah satu dari sepuluh provinsi di Indonesia dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi selama periode September tahun 2021 sampai Maret 2022.

"Melalui perayaan kemerdekaan ini, saya mengajak kita lebih fokus melawan musuh endemik yang selama ini membelenggu kita, yakni kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan dengan memanfaatkan segala kekayaan sumberdaya yang kita miliki," sambung dia.

Masih menurut dia, kita persiapkan pariwisata dengan dukungan peternakan, pertanian, perikanan dan produksi kelautan. Mempersiapkan berbagai produk kerajinan, kita dukung industri kecil dan mikro penghasil produk-produk NTT yang menjangkau pasar regional, nasional maupun internasional dengan memanfaatkan ekonomi elektronik.

"Kita harus membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang cepat pulih dan bangkit menjadi lebih baik," tambahnya.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai