‎Film Dokumenter Geothermal ‘Matahari Dalam Tanah’ Launching di Kupang
Tim produksi saat meluncurkan film dokumenter berjudul 'Matahari Dalam Tanah' di Hotel Aston Kupang, Minggu (01/03/2026). 
Redaksi
02 Mar 2026 00:59 WITA

‎Film Dokumenter Geothermal ‘Matahari Dalam Tanah’ Launching di Kupang

‎Kupang, NTTzoom.com – Film dokumenter berjudul 'Matahari Dalam Tanah' resmi diluncurkan di Hotel Aston Kupang, Minggu (1/3/2026). 

‎Film garapan media POS-KUPANG.COM bersama PLN UPP Nusa Tenggara ini mengangkat kisah tentang pembangunan energi panas bumi (geothermal) dari sudut pandang generasi muda.

‎Film dengan durasi satu jam tersebut akan tayang perdana di kanal YouTube Pos Kupang pada Senin (2/3/2026).

‎Dokumenter ini menceritakan perjalanan seorang perempuan muda bernama Maria S. Maunino, generasi muda asal Atadei, Kabupaten Lembata, yang ingin memahami lebih jauh tentang pembangunan geothermal. 

‎Kekhawatiran akan dampak proyek tersebut terhadap budaya dan lingkungan di daerahnya mendorong Maria mencari jawaban secara langsung.

‎Dalam perjalanannya, Maria mengunjungi Poco Leok dan Ulumbu di Manggarai untuk mendengar kisah warga yang telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan proyek geothermal. 

‎Dari sana, ia memperoleh perspektif baru setelah berdialog dengan masyarakat setempat maupun warga di Ngada.

‎Kecemasan awal tentang dampak negatif pembangunan geothermal pun perlahan terpatahkan melalui pengalaman dan penuturan langsung warga.

‎Maria kemudian kembali ke kampung halamannya dan berupaya meyakinkan orang tuanya tentang peluang dan perubahan yang dibawa pembangunan geothermal.

‎Film ini digarap oleh tim kecil berjumlah tujuh orang selama kurang lebih dua bulan proses produksi.

‎Pemeran utama, Maria Maunino, mengaku menghadapi tantangan tersendiri selama proses syuting.

‎“Karena ini peran utama, tentu ada beban tersendiri. Tantangannya saya bukan asli Flores, jadi harus belajar dialek Flores, itu agak sulit. Tapi puji Tuhan, dengan dukungan tim yang luar biasa, semuanya bisa saya lewati,” ujarnya.

‎Produser sekaligus penulis naskah, Clara Marly, mengatakan pengalaman menggarap film ini memberikan banyak wawasan baru, terutama setelah berdiskusi dengan sejumlah pakar geothermal.

‎“Banyak hal baru yang saya pelajari. Kami bertemu dengan para ahli dan mendapat banyak informasi tentang geothermal. Prosesnya kami jalani dengan senang dan penuh semangat, sehingga kami berharap film ini bisa memberi dampak positif bagi masyarakat NTT,” katanya.

‎Sementara itu, Executive Producer Kristanto Bislisin menyebut ide pembuatan film berangkat dari maraknya perbincangan soal geothermal di media sosial, khususnya karena proyek tersebut juga tengah dibangun di NTT.

‎“Kami merasa penting untuk mengedukasi masyarakat dari sisi media. Sebagai media di NTT, Pos Kupang ingin menghadirkan informasi yang lebih mendalam. Puji Tuhan, kolaborasi dengan PLN dan para ahli berjalan baik, sehingga film ini bisa terwujud,” ungkapnya.

‎Melalui Matahari Dalam Tanah, tim produksi berharap masyarakat memperoleh gambaran lebih utuh mengenai pembangunan geothermal serta manfaatnya bagi daerah. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga