Kejari Alor Eksekusi 12 Terpidana Koruptor
Kantor Kejari Alor di Kalabahi.
PP
10 Dec 2025 12:11 WITA

Kejari Alor Eksekusi 12 Terpidana Koruptor

KALABAHI, NTTZOOM.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor telah melakukan penyelamatan dan pemulihan keuangan negara sebesar Rp1.723.632.476 dan mengeksekusi badan terhadap 12 terpidana korupsi. 

Kepala Seksi Intelijen (Kasi) Kejaksaan Negeri Alor Nurrochmad Ardhiantro, S.H., M.H dalam siaran pers Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 membeberkan kinerja selama satu tahun itu.  

Adapun selama tahun 2025, Kejari Alor telah melaksanakan enyidikan, pra penuntutan, penuntutan, hingga eksekusi terhadap perkara tindak pidana korupsi.
Nurrochmad Ardhiantro, mengungkapkan, tim penyidik dan penuntut umum telah menyelesaikan penanganan perkara antara lain. 

Tim penyidik melakukan penyidikan terhadap perkara dugaan korupsi pembangunan lanjutan Gedung Kantor DPRD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2022 dan menetapkan Ir. HS (Pelaksana Faktual), OD (Staf Administrasi) dan IDP (PPK) sebagai tersangka.  

Dalam tahap penyidikan, tim penyidik telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp. 1.471.177.476, (Satu Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Seratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah). 

Adapun rinciannya yakni penyelamatan dari perkara pembangunan lanjutan gedung DPRD Kabuapaten sebesar Rp. 1.105.003.776 dan perkara dugaan penyalahgunaan Dana Desa Mataru Utara Kecamatan Mataru sebesar Rp. 366.173.700, .  

Sedangkan, tahap pra penuntutan (penelitian berkas perkara) telah melakukan penelitian lima berkas perkara tindak pidana korupsi antara lain


1. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Desa Waimi T.A. 2016 atas nama Tersangka YA (Kepala Desa) dan YM (Sekretaris Desa).  

2. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Desa Wami T.A. 2016 atas nama Tersangka YM (Penyedia).  

3. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Lanjutan Gedung Kantor DPRD Kab. Alor T.A. 2022 atas nama Tersangka Ir. HS (Pelaksana Faktual).  

4. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Lanjutan Gedung Kantor DPRD Kab. Alor T.A. 2022 atas nama Tersangka OD (Staf Administrasi).  

5. Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Lanjutan Gedung Kantor DPRD Kab. Alor T.A. 2022 atas nama Tersangka IDP (PPK).  

Seluruh berkas perkara pada tahap ini telah dinyatakan lengkap dan dilaksanakan tahap II di  

Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur untuk dilakukan proses pelimpahan perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang.

3. Tahap Penuntutan: Pada tahap Penuntutan, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Alor telah melakukan penuntutan terhadap:  

a. Perkara Dugaan Tipikor Penyalahgunaan Dana Desa Waimi Tahun Anggaran 2016 atas nama terdakwa YA (Kepala Desa) dan YM (Sekretaris Desa) dan YM (Penyedia) terkait yang telah diputus oleh Hakim berdasarkan putusan Putusan PN No 27IPid.Sus TPK/2025/PN Kpg (Terdakwa YM/Penyedia) dan Putusan PN No 28/Pid.Sus-TPK/2025/PN Kpg (Terdakwa YA (Kepala Desa) dan YM (Sekretaris Desa)).  

b. Perkara dugaan Tipikor Pembangunan Lanjutan Gedung DPRD Tahun Anggaran 2022 dengan 3 (tiga) yaitu Terdakwa Ir. HS (Pelaksana Faktual), OD (Staf Administrasi), dan IDP (PPK) yang proses persidangannya masih berjalan.  

4. Tahap Eksekusi: Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Alor sepanjang tahun 2025 telah melaksanakan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) terhadap 12 (dua belas) Terpidana, yaitu:  

1. Maria Imelda Tahan (Kasus BOK Puskesmas Apui TA 2023), Putusan: 2 tahun penjara, Denda Rp 75 Juta/Subsider 3 bulan, Uang Pengganti Rp 380.420.435/Subsider 6 bulan,-. Putusan PN No 35/Pid.Sus TPK/2024  

2. Joseph E. Malaikosa (Kasus Pengadaan Mobil BUMDes Dishub TA 2021), Putusan: 1 tahun perjara, Denda Rp 100 Juta/Subsider 3 bulan. Putusan PN No 2/Pid.SusTPK/2024/PN Kpg jo Putusan MA No 425 K/Pid.Sus/2025  

3. Wigar Wiroso (Kasus Pengadaan Mobil BUMDes Dishub TA 2021), Putusan: 4 tahun penjara, Denda Rp 200 Juta/Subsider 3 bulan, Uang Pengganti Rp 271.691.947,-/Subsider 6 bulan. Putusan MA No. 6142 K/Pid.Sus/2025  

4. Andreas Ardianto (Kasus Pengadaan Mobil BUMDes Dishub TA 2021), Putusan: 4 tahun penjara, Denda Rp 200 Juta/Subsider 3 bulan , Uang Pengganti Rp 271.691.947,-/Subsider 6 bulan. Putusan MA No. 6142 K/Pid.Sus/2025  

5. @uirinus Opat (Kasus Rehab Sekolah SMPN Pura TA 2022), Putusan: 4 tahun penjara, Denda Rp 200 Juta/Subsider 6 bulan, Uang Pengganti Rp 200 Juta (Diperhitungkan dari uang sitaan Rp 500 Juta, sisa Rp 300 Juta dikembalikan ke Terdakwa). Putusan PN No 1/Pid.Sus-TPK/2025  

6. Anggi Murniatun Chandra Kaku (Kasus BOK Puskesmas Apui TA 2023), Putusan: 2 tahun penjara, Denda Rp 50 Juta/Subsider 3 bulan, Uang Pengganti Rp 20.455.000,-/Subsider 2 bulan. Putusan MA No. 9372 K/Pid.Sus/2025  

7. Albertus Damiano Senda Nobe (Kasus Rehab Sekolah SMPN Pura TA 2022), Putusan: 6 tahun penjara, Denda Rp 500 Juta/Subsider 6 bulan, Uang Pengganti Rp 3.213.070.000,-/Subsider 1 tahun 6 bulan. Putusan PT Kupang No 22/PID.SUSTPK/2025  

8. Eko Yohan Wahyudi (Kasus Rehab Sekolah SMPN Pura TA 2022), Putusan: 4 tahun penjara, Denda Rp 200 Juta/Subsider 6 bulan. Putusan PT Kupang No 21/PID.SUS TPK/2025  

9. Agustitus Yacob Pisdon (Kasus Rehab Sekolah SMPN Pura TA 2022), Putusan: 1 tahun 9 bulan penjara, Denda Rp 50 Juta/Subsider 3 bulan, Uang Pengganti Rp 671.271.591,-/Subsider 10 bulan. Putusan PT Kupang No 23/PID.SUS TPK/2025  

10. Yusuf Mahali (Kasus Dana Desa Waimi TA 2016), Putusan: 3 tahun penjara, Denda Rp 100 Juta/Subsider 3 bulan, Uang Pengganti Rp 158.185.050,-/Subsider 6 bulan, serta Barang Bukti Rp 15 Juta dirampas untuk Uang Pengganti. Putusan PN No 27/Pid.Sus-TPK/2025/PN Kpg  

11. Yustus Aumay (Kasus Dana Desa Waimi TA 2016), Putusan: 1 tahun penjara, Denda Rp 50 Juta/Subsider 2 bulan dan Uang titipan Rp 20 Juta dirampas untuk Uang Pengganti. Putusan PN No 28/Pid.Sus-TPK/2025/PN Kpg  

12. Yohanis Maifa (Kasus Dana Desa Waimi TA 2016), Putusan: 1 tahun penjara, Denda Rp 50 Juta/Subsider 2 bulan dan Uang titipan Rp 20 Juta dirampas untuk Uang Pengganti. Putusan PN No 28/Pid.Sus-TPK/2025/PN Kpg  

"Dari pelaksanaan eksekusi tersebut, Kejaksaan Negeri Alor berhasil melakukan pemulihan kerugian keuangan negara melalui pembayaran Uang Pengganti sebesar Rp. 252.455.000,yang berasal dari Terpidana Guirinus Opat sebesar Rp 200.000.000, Anggi M.C. Kaku sebesar Rp 20.455.000,Yustus Aumay dan Yohanis Maifa sebesar Rp. 32.000.00," ungkapnya. 

Selain itu, total kerugian negara yang berhasil diselamatkan dan dipulihkan oleh Bidang Pidsus Kejaksaan Negeri Alor selama Tahun 2025 sebesar Rp 1.723.632.476, yang diperoleh dari tahap Penyidikan sebesar Rp 1.471.177.476,dan tahap eksekusi sebesar Rp 252.455.000. ***

 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai