KUPANG, NTTzoom.com - Kelor yang sering disebut "emas hijau" NTT kini mulai menyebar pasar global.
Setelah mengekspor produknya ke berbagai negara Qatar, Australia, Amerika Serikat, Kanada dan Singapura, kini PT Beta Moringa Indonesia (La Moringa) akan mengekspor produk kelor ke Tokyo, Jepang.
Kerja sama ekspor itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara CEO PT. Beta Moringa Indonesia dr. Andree Hartanto, Sp.OG dan Buyer Distributor Jepang, Mrs. Yumiko dalam acara Exotic Tenun NTT di Lippo Plaza Kupang, Rabu (10/09/2025) yang disaksikan Gubernur NTT Melki Laka Lena.
"Bentuk kerja sama ini kita akan mengekspor produk kelor, bukan bahan baku tapi produk kelor dan mempunyai nilai tambah yang lebih dan produk La Moringa akan masuk ke pasar - pasar dan membuka peluang menjadi distributor di seluruh Jepang," ujar CEO PT. Beta Moringa Indonesia dr Andree Hartanto, Sp.OG.
Andree mengatakan, kerja sama ini sebagai bentuk kesiapan La Moringa untuk bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang baik.
Andree mengatakan, kerja sama ini bukan lagi sekadar wacana, tapi sebuah langkah nyata untuk membuktikan La Moringa "to the world".
"Hari ini, kami mendapat kehormatan besar mendampingi calon mitra kami langsung dari Jepang untuk meninjau 'harta karun hijau' NTT, kebun kelor di Kabupaten Kupang," ujar Andree.
Andree menambahkan, kunjungan ini adalah bukti kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas produk yang lahir dari tanah Flobamora.
Ini adalah validasi bahwa kerja keras para petani lokal dan dedikasi tim kami, putra-putri asli NTT, mampu menghasilkan produk berstandar global.
Cerita tentang hilirisasi yang berhasil. Bukan lagi hanya menjual bahan mentah, tapi mengolahnya menjadi produk akhir bernilai tinggi yang siap bersaing di salah satu pasar paling kompetitif di dunia.
"Perjalanan "Dari Kupang ke Tokyo" baru saja dimulai. Mohon doa dan dukungannya agar Kelor NTT tidak hanya menjadi juara di negeri sendiri, tapi juga menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia," kata Andree.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, dalam program dasacita Pemprov NTT, salah satu yakni program hilirisasi untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi dan siap ekspor.
Melki mengatakan, PT Beta Moringa Indonesia telah membuka jalan bagi produk lokal NTT lainnya seperti kopi, kakao, kelapa dan lainnya agar diolah menjadi produk yang bisa diekspor seperti kelor (La Moringa).
Ia menambahkan, jika semua bahan lokal di NTT diolah menjadi bahan jadi dan siap ekspor maka tentunya akan memberikan nilai tambah tinggi termasuk membuka lapangan kerja.
"La Moringa sudah membuka jalan dengan
mengubah bahan alam mentah untuk menjadi produk jadi yang bernilai tambah tinggi untuk diekspor," kata Melki. (jr/nz*)
Dapatkan sekarang