‎Keluarga Korban Diperas 100 Juta, Pelaku Diburu Polisi
Dua pelaku yang diduga merekrut lalu menyekap korban di kawasan Kedonganan, Bali, Senin (4/5/2026)
Redaksi
12 Jun 2026 09:23 WITA

‎Keluarga Korban Diperas 100 Juta, Pelaku Diburu Polisi

Denpasar, NTTzoom.com — Kasus dugaan lowongan kerja palsu yang menimpa Krisno, pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya berujung pada penyekapan dan penganiayaan. Keluarga korban juga diduga menjadi sasaran pemerasan dengan nilai tebusan mencapai Rp100 juta.

‎Menurut pengakuan korban yang dilansir dari detik.com, selama dirinya disekap di sebuah hotel di kawasan Kedonganan, para pelaku menghubungi keluarganya di Sumba. Mereka meminta uang tebusan sebesar Rp100 juta sebagai syarat agar korban dibebaskan.

Tak hanya meminta uang, pelaku juga disebut melontarkan ancaman serius apabila keluarga tidak memenuhi permintaan tersebut.

‎Korban mengaku para pelaku mengancam akan memotong jarinya bahkan membunuh dirinya apabila uang tebusan tidak segera dikirim.

‎Situasi itu membuat Krisno merasa putus asa selama berada dalam penyekapan.

‎“Sudah pasrah,” kata Krisno saat mengenang peristiwa yang dialaminya.

‎Setelah berhasil melarikan diri pada 9 Mei 2026, korban langsung menghubungi keluarga dan kerabatnya untuk meminta pertolongan. Selanjutnya, laporan resmi dibuat kepada pihak kepolisian.

‎Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, membenarkan adanya laporan tersebut dan mengatakan kasus masih dalam tahap penyelidikan.

‎“Benar ada laporan mengenai ini, sekarang masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

‎Saat ini polisi masih memburu dua perempuan yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya korban lain yang menjadi sasaran modus serupa.(es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai