KUPANG, NTTZOOM-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan juga Bunda Baca (Literasi) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Laiskodat mengunjungi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kupang. Salah satu sekolah yang menerapkan kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita.
Istri Gubernur NTT itu tiba di SMAN 6 Kupang didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi NTT, M. Nasir Abdullah bersama tim.
Bunda Julie, sapaan akrabnya, ketika tiba di lokasi disambut antusias para guru dan seluruh siswa.
Dia jelaskan, kehadiran dirinya di SMAN 6 Kupang, yaitu mendukung kebijakan masuk sekolah pagi dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang dieksekusi Kadis Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi.
Selaku Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie menegaskan dirinya tidak pernah mendukung hal-hal yang bersifat negatif. Namun melihat kebijakan ini sebagai hal yang baru dan tentunya menjadi hal yang bersifat positif sehingga dirinya mendukung secara penuh.
"Saya itu orangnya tidak pernah mendukung hal yang negatif tapi ini hal yang baru. Menurut saya itu hal yang sangat positif. Di negara-negara maju, bangun pagi itu hal yang biasa,"
ungkapnya, Jumat (10/3).
Menurut dia, kebijakan ini tentunya akan melahirkan generasi-generasi yang unggul. Sebagai pemerintah NTT, pihaknya menggagas agar ke depan NTT harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang punya output dan outcome serta berkualitas.
"Kita (pemerintah) mau itu supaya ke depan harus memiliki SDM yang bersifat
output, outcome serta yang berkualitas," cetusnya.
Ia katakan, ketika bangun pagi itu daya tahan otak jauh lebih bagus atau lebih baik sehingga para siswa/i yang terbiasa bangun pagi bisa memulai aktivitas tanpa tergesa-gesa serta bisa merasakan energi positif dan persiapan lebih baik.
Dengan bangun pagi, lanjut dia, akan merasa mudah melalui hari itu dengan lancar dan efek yang positif. "Kita tahu bahwa, dari kesehatan itu kalah bangun pagi maka daya tahan otak itu jauh lebih bagus atau jauh lebih baik," tukasnya.
Lebih lanjut, kata Bunda Julie, dengan aktivitas ketika bangun pagi, yaitu melatih kedeisiplinan yang akan mendapatkan sebuah output secara maksimal.
Sebagai Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie mengapresiasi kepala sekolah (Kepsek) SMAN 6 Kupang yang berinisiatif dan memilih untuk menjadi pertama menerapkan masuk sekolah pagi pukul 05.30 Wita. "Saya mengapresiasi Kepsek SMAN 6 Kupang yang inisiatif menjadi sekolah pertama masuk pagi," kelasnya.
Bunda Julie mengatakan, dirinya bersama Kadis Perindag NTT, Nasir Abdullah karena saat ini pihaknya bekerja sama untuk beberapa UMKM di Provinsi NTT.
Dikatakan, dari kerja sama tersebut, pihaknya mengungkapkan bahwa UMKM tersebut akan berinisiatif untuk mendukung dan membantu secara penuh. Menurutnya, kesehatan itu sangat penting bagi para siswa untuk sarapan pagi.
"Karena sarapan itu penting dan ada dua jenis produk yang menjadi sarapan pagi bagi siswa/i yakni potensi produk kelor dan produk sorgum," jelasnya.
"Kami akan terus membantu berbagai jenis Produk seperti biskuit kelor, biskuit sorgum, serta kue-kue jenis kunasta, teh kelor serta produk baru dari Dekranasda NTT, yakni jenis sereal yang rencananya akan dilounching pekan depan,"
ujarnya
Setelah memberikan motivasi bagi para guru dan siswa/i di SMAN 6 Kupang, istri Gubernur NTT itu membagi makanan serta minuman berbahan dasar kelor dan sorgum dari Dekranasda NTT.
Ditambahkan, kata Bunda Julie, kebijakan tersebut bukan sekadar untuk menjadi viral ataupun untuk berevoria tapi tujuannya untuk melahirkan generasi-generasi SDM yang unggul di Provinsi NTT.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi menyampaikan bahwa dunia telah melihat pendidikan di Provinsi NTT dengan kebijakan masuk sekolah pukul 05.30 Wita untuk SMAN 6 Kupang, SMAN 1 Kupang dan delapan sekolah lainnya.
"hari ini dunia milihatmu. Mau maju tidak? Tidak boleh ragu-ragu apalagi mundur. Mundur itu tidak boleh. Maju berhasil tidak?" Celetuk Linus diiringi berbagai pertanyaan kepada siswa/i SMAN 6 Kupang.
Sambutan Linus itupun disambut tepukan tangan dari seluruh Siswa maupun guru SMAN 6 Kupang. Mendengar pertanyaan dari Kadis Pendidikan NTT itu, sontak para siswa/i dengan satu suara menyebut SMAN 6 Kupang ingin maju tanpa mundur.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang