KUPANG, nttzoom.com- Pasca keracunan massal yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas di sekolah itupun diliburkan.
Tidak terlihat aktivitas para pelajar di sekolah tersebut. Hanya beberapa guru dan staf, yang nampak lalu lalang di sekitar sekolah.
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi pun tidak diijinkan masuk untuk mengambil gambar di dalam area sekolah maupun kelas.
Dari informasi yang diperoleh, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 8 Kupang, untuk sementara waktu dialihkan ke sistem daring atau online, menyusul insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami, mengatakan, aktivitas KBM di sekolah baru akan dilanjutkan kembali, setelah kondisi anak-anak sudah mulai membaik.
"Sudah bilang kepada kepala sekolah untuk mereka bisa belajar dari rumah, terus besok, bagi yang tidak terdampak bisa masuk untuk belajar, sedangkan yang terdampak itu kalau misalnya dia bisa masuk, sudah sehat betul, sedangkan yang lain bisa bed rest di rumah untuk bisa memulihkan keadaannya," kata Dumul kepada wartawan.
Sebelumnya, ratusan siswa SMPN 8 Kupang, dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat mengalami keracunan diduga usai menyantap paket MBG pada Senin (21/07) pagi.
Para siswa merasakan pusing, mual dan muntah-muntah, hingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Tercatat dari 1050 siswa SMPN 8 Kupang, setidaknya ada 111 siswa yang mengalami keracunan.
"Total yang dirawat di rumah sakit ada 111, semua keluhannya sakit perut. Tapi yang mereka makan itu bukan makanan hari ini (Selasa)," kata Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Roslin Lana. (es/nz)
Dapatkan sekarang