Patwal Bupati Kupang Terseret Banjir, Viral di Medsos
Mobil patwal milik Satpol PP Pemerintah Kabupaten Kupang terseret arus banjir saat melintasi Kali Siumate, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. 
Redaksi
14 Feb 2026 09:27 WITA

Patwal Bupati Kupang Terseret Banjir, Viral di Medsos

Kupang, NTTzoom.com — Sebuah mobil patroli dan pengawalan (patwal) milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Kupang terseret arus banjir saat melintasi Kali Siumate, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

‎Peristiwa dramatis tersebut terekam warga dan viral di media sosial.

‎Insiden terjadi saat kendaraan patwal yang mendampingi Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan pemantauan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Fatuleu Barat hingga Amfoang pada Kamis (12/02/2026) lalu. 

‎Mobil tersebut melintasi crossway Kali Siumate Kecil di Desa Naitae ketika tiba-tiba arus banjir pasang datang dan meluap deras.

‎Diduga sopir tidak memprediksi derasnya arus sungai yang meningkat secara mendadak, sehingga kendaraan terseret arus hingga kurang lebih 500 meter. 

‎Mobil akhirnya tersangkut pada pohon kecil di tengah kali, memungkinkan tiga orang staf yang berada di dalamnya yakni seorang Wali Pratama, seorang fotografer, dan sopir—berhasil menyelamatkan diri.

‎Proses evakuasi berlangsung dramatis. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya menerjang arus sungai untuk menarik kendaraan ke daratan, namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil. 

‎Mobil baru dapat dievakuasi setelah dikerahkan satu unit ekskavator untuk mengangkat dan menarik kendaraan dari aliran sungai.

‎Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di berbagai platform media sosial.

‎Meski menghadapi risiko bencana alam seperti banjir dan longsor di musim penghujan, Bupati Yosef Lede tetap memilih turun langsung ke lapangan bersama Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf dan Kasat Satpol PP Adi Lona. 

‎Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana jalan serta jembatan yang rusak maupun yang belum tersedia, agar dapat diidentifikasi dan diusulkan ke Pemerintah Pusat guna percepatan pembangunan.

‎“Kondisi jalan dan jembatan di sini rusak parah dan menyulitkan akses masyarakat ke Amfoang. Kita perlu melakukan perhitungan teknis dan mengusulkan perbaikan serta pembangunan secepatnya,” ungkap Yosef. 

‎Pasca kejadian ini, masyarakat dan seluruh pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan banjir, terutama di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di NTT. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai