Pernah Diundang Jokowi ke Istana, Remaja asal NTT Gagal Test Masuk TNI AD 
Joni Ande Kala alias ‘Bocah Merah Putih’ asal Desa Silawan, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)?
admin
05 Aug 2024 10:36 WITA

Pernah Diundang Jokowi ke Istana, Remaja asal NTT Gagal Test Masuk TNI AD 

Kupang, Nttzoom - Masih ingat seorang siswa sekolah dasar (SD) bernama Joni Ande Kala alias ‘Bocah Merah Putih’ asal Desa Silawan, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)?.

Joni pernah viral seantero Indonesia karena aksi nekatnya memanjat tiang bendera setinggi 15 meter saat upacara peringatan HUT Ke-73 di Lapangan Mota Ain, pada tanggal 17 Agustus 2018 silam. 

Bahkan aksinya itu mencuri perhatian seluruh pejabat negeri ini tak terkecuali orang nomor satu Indonesia yakni Presiden Joko Widodo. Bahkan ia bersama kedua orang tuanya diundang menghadiri upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan. 

Joni kini berusia 19 tahun dan telah menamatkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Atambua. Saat di SMA dia tinggal bersama salah satu anggota TNI di asrama Kompi Senapan B Yonif Raider 744 Satya Yudha Bhakti. 

Bercita-cita menjadi seorang anggota TNI, Joni selalu rajin berolahraga dan hidup penuh disiplin. Setelah mendengar kelulusan, Joni pun langsung berangkat ke Kota Kupang untuk mengikuti seleksi Penerimaan Bintara TNI AD Tahun 2024. 

Seleksi awal merupakan validasi di Ajenrem 1604/Wirasakti Kupang. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Joni dinyatakan tidak lulus dan disuruh untuk kembali mempersiapkan diri tahun depan. 

“Selamat malam, saya gagal di awal validasi. Saya tidak lulus saat validasi awal,” ujar Joni, Sabtu (3/8/2024) malam seperti dikutip dari merdeka.com. 

Diungkapkan, dia gagal pada tinggi badan sehingga diperintahkan untuk kembali mempersiapkan diri agar dapat seleksi kali berikut. “Untuk saat ini mungkin persiapan fisik. Saya akan usahakan sebisa mungkin,”ucap Joni. 

Joni mengaku sedih saat diumumkan bahwa dirinya gugur akibat tinggi badan yang belum memenuhi syarat dalam penerimaan Bintara TNI AD.  

Bahkan Joni menunjukkan kembali sepenggal video ketika di istana negara waktu itu. Ia ditanya Presiden Joko Widodo ketika besar nanti mau cita-cita jadi apa? Joni sontak menjawab jika ingin menjadi seorang anggota TNI. 

“Waktu itu saya ditanya Pak Jokowi mau jadi apa? Saya jawab TNI sehingga Presiden Joko Widodo langsung memberikan jawaban untuk langsung daftarkan diri di Panglima TNI,”bebernya. 

“Jujur saya, perasaan sangat sedih karena sudah dinyatakan tidak lulus terpilih. Saat saya sampaikan kepada keluarga terutama mama, mereka juga sangat sedih dan kecewa,”Tambah Joni. 

Namun ia tidak ingin berkecil hati. Joni menyatakan ingin giat belajar dan berolahraga sehingga saat seleksi Penerimaan Bintara TNI AD Tahun berikutnya, dia bisa lulus dan membahagiakan ibunya. 

“Mama bersama saudara merasa sedih juga karena saya gagal. Sampai saat ini saya juga merasa sangat sedih dan kecewa. Saya akan tetap berjuang supaya mama dan keluarga bangga,” tutur Joni. (dev/jem/nz*)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai