Polda NTT dan Jajaran Sembelih 148 Hewan Kurban, Naik dari Tahun Lalu
Polda NTT dan seluruh jajaran siapkan 148 ekor hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.
Redaksi
27 May 2026 13:54 WITA

Polda NTT dan Jajaran Sembelih 148 Hewan Kurban, Naik dari Tahun Lalu

Kupang, NTTzoom.com — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bersama seluruh jajaran menyiapkan 148 ekor hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.

‎Jumlah tersebut terdiri atas 91 ekor sapi dan 57 ekor kambing yang akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

‎Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

‎Pada Idul Adha 2025, Polda NTT dan jajaran menyalurkan 57 ekor sapi dan 58 ekor kambing. Sementara pada tahun 2026 jumlah sapi meningkat menjadi 91 ekor, sedangkan kambing sebanyak 57 ekor.

‎"Untuk Polda NTT dan jajaran pada pagi hari ini akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 148 ekor, terdiri dari 91 ekor sapi dan 57 ekor kambing," kata Henry usai pelaksanaan Sholat Ied di lapangan Bhayangkara Polda NTT. 

‎Dari jumlah tersebut, Polda NTT menyumbang 49 ekor hewan kurban yang terdiri dari 30 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Sedangkan Polres jajaran menyumbang 99 ekor hewan kurban, yakni 61 ekor sapi dan 38 ekor kambing.

‎Khusus di lingkungan Polda NTT, sebanyak 18 ekor sapi disembelih pada hari pelaksanaan kurban. Proses penyembelihan dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Kupang.

‎Pemotongan hewan kurban melibatkan personel Polda NTT dan jamaah Masjid Al-Mu'awana Polda NTT sebagai petugas pencacahan dan pengemasan daging.

‎Untuk menjamin keamanan pangan, seluruh proses penyembelihan diawasi tenaga medis, paramedis, serta petugas dari Dinas Pertanian Kota Kupang. Hewan kurban juga menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan.

‎Daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, termasuk warga di sekitar Asrama Polda NTT, janda, anak yatim, sekolah, pondok pesantren, serta sejumlah desa di wilayah Kupang Timur dan Kupang Barat.

‎Menurut Henry, pembagian daging kurban merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat NTT. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai