‎Polda NTT Rombak Pejabat Strategis, Dirreskrimum hingga Kapolresta Kupang Kota Berganti
‎Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko (berdiri kanan) menyaksikan proses penandatanganan berita acara serah terima jabatan pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda NTT di Mapolda NTT, Rabu (29/7/2026).
Redaksi
29 Jul 2026 13:32 WITA

‎Polda NTT Rombak Pejabat Strategis, Dirreskrimum hingga Kapolresta Kupang Kota Berganti

Kupang, NTTzoom.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melakukan perombakan besar pada jajaran pejabat utama dan kapolres melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab), penyerahan jabatan, dan pelantikan yang dipimpin langsung Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, di Lapangan Tribrata Mapolda NTT, Rabu (29/7/2026).

‎Mutasi tersebut menyasar sejumlah jabatan strategis, mulai dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba), Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Kepala Biro SDM, hingga Kapolresta Kupang Kota.

‎Dalam jajaran reserse, jabatan Dirreskrimum kini diemban Kombes Pol. Ricardo Condrat Yusuf, menggantikan Kombes Pol. Sigit Haryono. Sementara posisi Dirreskrimsus diserahkan kepada Kombes Pol. FX. Irwan Aryanto, menggantikan Kombes Pol. Hans Rachmatulloh Irawan. 

‎Pada Direktorat Reserse Narkoba, tongkat kepemimpinan beralih dari Kombes Pol. Ardiyanto, kepada Kombes Pol. Joko Lestari, yang selanjutnya menyerahkan jabatan Kapolresta Kupang Kota kepada Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas. 

‎Perubahan juga terjadi pada Direktorat Lalu Lintas, di mana Kombes Pol. Eva Guna Pandia, resmi menggantikan Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi, sebagai Dirlantas Polda NTT.

‎Selain itu, jabatan Kepala Biro SDM kini dijabat Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, sedangkan Kepala SPN Polda NTT dipercayakan kepada Kombes Pol. Albertus Andreana. 

‎Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja sekaligus penyegaran organisasi.

‎"Mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi. Melalui pergantian pejabat ini diharapkan lahir semangat baru, inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan semangat Polri Presisi," ujarnya.

‎Ia menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polda NTT diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, maupun pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah NTT. (es)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai