Program Emas Hijau Tanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Kupang
Suasana Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Kupang di Oelamasi, Selasa (24/9/2024). 
admin
26 Sep 2024 13:36 WITA

Program Emas Hijau Tanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Kupang

KUPANG, NTTzoom - Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba mengungkapkan jumlah penduduk miskin berdasarkan data tahun 2023 sebanyak 90,230 jiwa atau 21,78% dari total penduduk 376.837 jiwa. Penduduk miskin ekstrem sebanyak 8.640 jiwa atau 2.09% dari kondisi tahun 2022 yang berjumlah 24.280 jiwa atau 5.98%. 

Alexon Lumba mengatakan, Pemkab Kupang terus berkomitmen melaksanakan tiga pilar yaitu mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengeliminir kantong-kantong kemiskinan di Kabupaten Kupang.  

"Teknisnya kami lakukan melalui 47 program, 56 kegiatan dan 166 sub kegiatan dengan total anggaran Rp.274.578.596.058," ungkap Alexon Lumba saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Kupang di Oelamasi, Selasa (24/9/2024). 

Dia mengatakan, Pemkab Kupang telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui program unggulan di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan sektor potensial lainnya. 

Alexon menambahkan, langkah-langkah strategis segenap pihak terkait, sesuai tugas, fungsi dan kewenangan, melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan dengan memastikan ketepatan sasaran dan integrasi program serta kolaborasi multisektor. 

"Mengingat kemampuan anggaran kita terbatas dan tidak memungkinkan seluruh program dapat dijalankan secara bersamaan, maka keterlibatan pihak swasta sangat potensial, seperti melalui program corporate social responsibility (CSR) terutama dalam penanganan dan penghapusan kemiskinan," ujar Alexon. 

Ia mengatakan, salah satu inovasi terbaru dalam penanggulangan kemiskinan adalah pemanfaatan emas hijau yang merupakan sebuah inovasi untuk meningkatkan PDRB Perkapita masyarakat Kabupaten Kupang, kerjasama dengan pihak swasta untuk mengembangkan usaha pengelolaan serpihan kayu pohon kedondong hutan/jantan (Lannea Coromandelica) oleh masyarakat.  

"Upaya strategis tersebut diharapkan dapat menjamin adanya pihak buyer yang akan menampung seluruh produksi batang kayu dari pohon kedondong hutan/jantan yang dihasilkan masyarakat dan terjaminnya sustainability produksi kayu tersebut," kata Alexon. 

Kepala BP4D Juhardi D.Selan memaparkan materi penanggulangan kemiskinan dan inovasi pemanfaatan serpihan kayu (Emas Hijau) dan dilanjutkan dengan diskusi bersama. 

Pimpinan OPD pada kesempatan tersebut memaparkan program/kegiatan yang erat kaitannya dengan penanggulangan kemiskinan. 

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan pernyataan Komitmen Bersama, upaya peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Perkapita masyarakat Kabupaten Kupang melalui pengembangan usaha pengelolaan serpihan kayu atau Emas Hijau. (jun/nz*)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai