Surat Lengkap Cristiano Ronaldo Ketiga Gantung Sepatu dari Timnas Portugal 
Cristiano Ronaldo.
Redaksi
06 Nov 2026 08:20 WITA

Surat Lengkap Cristiano Ronaldo Ketiga Gantung Sepatu dari Timnas Portugal 

KUPANG, NTTZOOM.COM- Bintang Portugal Cristiano Ronaldo akhirnya gabung sepatu dari Timnas Portugal yang dibelanya selama dua dekade. CR7 memutuskan mengakhiri perjalanannya bersama Portugal sejak 2003. 

Nah, berikut ini isi surat lengkap yang ditulis Cristiano Ronaldo. 

"Kepada seluruh rakyat Portugal, 

Hari ini telah tiba saatnya untuk mengembalikan jersey dan ban kapten yang sesungguhnya menjadi milik kita semua. 

Saya tidak pernah merasa bahwa jersey itu sepenuhnya milik saya. Namun, selama 23 tahun, saya mendapat kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakannya, membelanya, dan membawanya ke berbagai stadion di seluruh dunia. 

Kini, saatnya menyerahkannya kepada generasi berikutnya. 

Ini bukan keputusan yang mudah, karena ada keputusan yang tidak hanya dibuat dengan pikiran, tetapi juga dengan hati. 

Saya mengakhiri perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003, sebuah perjalanan yang telah mengubah hidup saya selamanya. 

Ketika menoleh ke belakang dan mengingat semua yang telah saya lalui bersama tim nasional, saya tidak hanya melihat pertandingan, gol, rekor, atau trofi. Saya melihat orang-orang. 

Saya melihat para imigran yang selama 90 menit merasa sedikit lebih dekat dengan Portugal. Saya melihat jutaan rakyat Portugal yang, meskipun tidak pernah saya kenal secara pribadi, telah menjadi bagian dari hidup saya. 

Karena pada akhirnya, sepak bola jauh lebih besar daripada sekadar permainan. Sepak bola adalah tentang manusia. 

Sepanjang perjalanan saya bersama tim nasional, saya selalu berusaha melampaui batas kemampuan diri sendiri. Saya ingin menang, saya ingin menjadi yang terbaik, dan saya ingin menciptakan sejarah. 

Ada begitu banyak sore dan malam yang sempurna. Ada kemenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Ada pula kekalahan yang bahkan hingga hari ini masih terasa menyakitkan untuk dikenang. 

Saya juga pernah gagal. Saya juga pernah menderita. Ada saat-saat ketika saya tidak mampu memberikan apa yang begitu diharapkan oleh rakyat Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah. 

Dan yang terpenting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili Portugal. 

Selama bertahun-tahun ini, saya telah mempelajari beberapa hal sederhana: gol datang dan pergi, trofi pada akhirnya akan tersimpan di museum, rekor suatu hari nanti akan dipecahkan, tetapi ada sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu. 

Tempat yang saya miliki di hati masyarakat. 

Jika saya pernah membuat kalian bahagia, jika salah satu gol saya pernah membuat kalian memeluk seseorang, melupakan sejenak beban hidup, atau merasa bangga terhadap negara kita, maka semua perjuangan ini benar-benar sepadan. 

Karena menjadi orang Portugal juga berarti tentang hal itu. 

Kita menderita bersama. Kita bangkit bersama. Kita kembali percaya bersama. 

Portugal akan selalu membutuhkan anak-anak muda yang berani bermimpi, para pemain yang tidak pernah menyerah, serta generasi baru yang percaya bahwa mereka bisa mencapai tempat-tempat yang belum pernah dijangkau siapa pun sebelumnya. 

Karena sebuah negara yang terus melahirkan pahlawan-pahlawan baru adalah negara yang tidak pernah berhenti percaya pada dirinya sendiri. 

Kepada rekan-rekan setim saya, ada pesan khusus yang ingin saya sampaikan. 

Terima kasih atas setiap perjuangan, setiap pelukan, setiap momen keheningan sebelum melangkah ke lapangan, setiap kemenangan yang kita rayakan bersama, dan setiap kekalahan yang membuat kita semakin kuat. 

Saya mendapat kehormatan menjadi kapten kalian, tetapi tidak ada seorang kapten pun yang bisa berjalan sendirian. Kalian semua adalah bagian dari perjalanan hidup saya. 

Kepada seluruh pelatih, direktur, dokter, fisioterapis, petugas perlengkapan, staf, serta semua orang yang telah bekerja bersama saya selama bertahun-tahun ini, terima kasih. 

Banyak dari kalian mungkin tidak pernah muncul dalam foto-foto kenangan, tetapi tanpa kalian, tidak akan ada satu pun foto tersebut. 

Kepada keluarga saya, terima kasih telah berbagi mimpi ini bersama saya. 

Terima kasih karena telah memahami ketidakhadiran, pengorbanan, dan momen-momen ketika tim nasional harus mengambil sebagian waktu yang seharusnya juga menjadi milik kalian. 

Jika saya bisa sampai sejauh ini, itu karena kita selalu berjalan bergandengan tangan. 

Dan kepada seluruh rakyat Portugal, kepada setiap orang Portugal yang berada di seluruh penjuru dunia, saya ingin menyampaikan satu hal terakhir. 

Ada satu gambaran yang akan selalu saya bawa dalam ingatan. 

Sebuah momen ketika lagu kebangsaan mulai dikumandangkan. 

Saya melihat ke sekeliling. Saya melihat rekan-rekan setim. Saya melihat tribun stadion. 

Saya melihat anak-anak, para ibu, ayah, dan kakek-nenek. Saya melihat rakyat Portugal yang telah menempuh perjalanan begitu jauh hanya untuk berada di sana. 

Dan pada saat-saat seperti itu, kita semua berhenti menjadi orang yang berbeda. 

Tidak ada klub. Tidak ada warna. Tidak ada 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai