‎TNI AD Bongkar Material Empat Jembatan di Kupang
Anggota TNI AD membongkar material konstruksi jembatan berupa besi gelagar dari Kapal ADRI LIII di Pelabuhan Peti Kemas Tenau, Kupang, Minggu (2/8/2026).
Redaksi
02 Aug 2026 21:46 WITA

‎TNI AD Bongkar Material Empat Jembatan di Kupang

‎Kupang, NTTzoom.com – TNI Angkatan Darat terus mempercepat pembangunan empat jembatan yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mendatangkan material konstruksi, alat berat, dan besi gelagar menggunakan Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) LIII.

‎Pembongkaran material dari kapal ADRI LIII berlangsung di Pelabuhan Peti Kemas Tenau, Kupang, Minggu (2/8/2026), dan dipantau langsung Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/Wira Sakti Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam bersama Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 13/KE Letkol Czi Nurul Hilal Samawi serta Komandan Kapal ADRI LIII Letkol Cba Humitar Siagian.

‎Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam mengatakan, pengiriman material tersebut merupakan dukungan penuh dari Kepala Staf Angkatan Darat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan empat jembatan yang menjadi akses vital masyarakat.

‎"Kita tahu bahwa TNI AD mengerjakan empat buah jembatan di Amfoang. Setelah asesmen awal, ternyata memang masih diperlukan banyak bantuan alat berat maupun material. Kapal ADRI LIII ini datang membawa alat berat dan material yang kita perlukan untuk membangun jembatan," ujarnya.

‎Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang memaksimalkan bantuan bagi pelaksanaan proyek tersebut.

‎"Kami sangat berbahagia dengan bantuan dari Bapak Kasad sehingga pengerjaan jembatan di Amfoang dapat diselesaikan tepat waktu. Targetnya awal Desember nanti mudah-mudahan sudah bisa diselesaikan," katanya.

‎Sementara itu, Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Nurul Hilal Samawi menjelaskan proses pembongkaran material dilakukan di dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Bolok dan Pelabuhan Tenau.

‎Menurutnya, sebagian alat berat sudah lebih dulu dikirim menuju lokasi pekerjaan di Amfoang.

‎"Untuk alat berat yang kita gunakan, ada tiga unit excavator PC 200. Dua unit sudah naik ke Termanu dan hari ini kita kirim lagi. Material besi juga akan dikirim bertahap ke Termanu maupun Kapsali sesuai prioritas pekerjaan," jelasnya.

‎Ia mengakui distribusi material menuju lokasi pembangunan membutuhkan waktu cukup lama karena kondisi medan.

‎"Perjalanan pengiriman material mencapai kurang lebih 12 jam. Namun pengiriman akan dilakukan secara simultan dan kami targetkan seluruh material dapat terkirim dalam waktu sekitar satu minggu apabila tidak ada kendala," ujarnya.

‎Hilal menambahkan, tim di lapangan telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan awal, seperti mitigasi aliran sungai di Termanu dan Kapsali serta pembersihan sisa struktur jembatan yang roboh, sehingga lokasi kini siap memasuki tahap konstruksi.

‎Di sisi lain, Komandan Kapal ADRI LIII Letkol Cba Humitar Siagian mengatakan kapal tersebut berlayar dari Jakarta menuju Kupang selama sekitar lima hari dengan membawa material khusus pembangunan jembatan.

‎Material yang diangkut meliputi sekitar 200 batang besi gelagar, H-Beam ukuran 600 dan 300, angkur, mur, lantai jembatan, serta sejumlah alat berat dan kendaraan pendukung.

‎"Perjalanan dari Jakarta ke Kupang berlangsung sekitar lima hari. Setelah tiba, kami melakukan pembongkaran bertahap di Pelabuhan Bolok dan dilanjutkan di Pelabuhan Tenau sesuai ketersediaan dermaga," katanya.

‎Empat jembatan yang dibangun TNI AD meliputi Jembatan Termanu sepanjang 62 meter dan Jembatan Kapsali sepanjang 60 meter di wilayah Amfoang, serta Jembatan Bipolo dan Jembatan Nunpisa yang masing-masing memiliki bentang sekitar 30 meter. Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada awal Desember 2026. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga