‎Tumpahan Oli Ancam Mata Pencaharian Petani Rumput Laut di Pulau Semau
‎Kolase foto Danposramil Semau, Serma Sibolon M. Poto, serta kondisi area budidaya rumput laut yang terdampak tumpahan oli di pesisir Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (31/7/2026)
Redaksi
31 Jul 2026 20:02 WITA

‎Tumpahan Oli Ancam Mata Pencaharian Petani Rumput Laut di Pulau Semau

Kupang, NTTzoom.com – Tumpahan oli yang mencemari sejumlah perairan di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, mulai mengancam mata pencaharian petani rumput laut. Lapisan oli yang menempel pada tanaman budidaya dikhawatirkan menyebabkan rumput laut rusak dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani.

‎Danposramil Semau, Serma Sibolon M. Poto, mengatakan area budidaya rumput laut di sejumlah lokasi telah terdampak oleh sebaran oli yang terbawa arus laut sejak Kamis (30/7/2026). 

‎"Kalau sudah lengket di rumput laut, ya jelas dua sampai tiga hari dia akan lembek dan rusak," kata Sibolon kepada NTTzoom.com, Jumat (32/7) petang.

‎Menurutnya, meski pihak perusahaan telah melakukan pembersihan di sejumlah titik pantai, oli yang telanjur menempel pada rumput laut tidak dapat dibersihkan dengan mudah sehingga dikhawatirkan tetap merusak hasil budidaya masyarakat.

‎"Sudah ada upaya pembersihan dari perusahaan. Tetapi kalau sudah masuk dan lengket di rumput laut, tetap berpotensi rusak," ujarnya.

‎Camat Semau, Moris Mesakh, juga mengaku menerima laporan dari masyarakat mengenai dampak pencemaran terhadap lahan budidaya rumput laut, khususnya di Desa Huilelot.

‎"Info dari teman-teman di sana memang rumput laut di Desa Huilelot banyak terdampak. Ada videonya, tetapi luasannya saya belum tahu juga," kata Moris.

‎Hingga kini, pemerintah kecamatan masih menunggu pendataan mengenai luas area budidaya yang terdampak beserta potensi kerugian yang dialami para petani.

‎Sementara itu, terkait bentuk pertanggungjawaban terhadap petani rumput laut, Sibolon mengatakan belum ada informasi mengenai kompensasi dari pihak perusahaan.

‎"Untuk tanggung jawab dari perusahaan kepada petani rumput laut, sejauh ini belum ada informasi," ujarnya.

‎Pemerintah bersama aparat setempat masih terus memantau perkembangan penyebaran tumpahan oli yang dikhawatirkan semakin meluas mengikuti arus laut dan berdampak pada lebih banyak kawasan budidaya rumput laut di Pulau Semau. (es)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai