‎Tumpahan Oli Cemari Pesisir Pulau Semau, Sebaran Meluas ke Sejumlah Desa
Kondisi area budidaya rumput laut yang tercemar tumpahan oli di pesisir Pulau Semau (Jumat 31/7/2026). Penyebaran minyak dilaporkan terus meluas mengikuti arus laut.



Source: screenshot video viral
Redaksi
31 Jul 2026 18:56 WITA

‎Tumpahan Oli Cemari Pesisir Pulau Semau, Sebaran Meluas ke Sejumlah Desa

Kupang, NTTzoom.com – Tumpahan oli yang mencemari sejumlah pantai di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, viral setelah video dan foto kondisi pesisir yang tercemar beredar luas di sejumlah grup WhatsApp pada Jumat (31/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebaran oli telah mencapai sejumlah desa pesisir dan masih berpotensi meluas mengikuti arus laut.

‎Camat Semau, Moris Mesakh, mengatakan tumpahan oli sebenarnya telah mulai terdeteksi sejak Rabu (29/7). Namun, kondisi pencemaran baru terlihat jelas pada Kamis (30/7), sehingga pihak perusahaan langsung melakukan pembersihan di sejumlah titik terdampak.

‎"Kalau awalnya itu hari Rabu kami dapat informasi tumpahan pertama. Tapi Kamis pagi itu yang kelihatan sekali. Dari hari Kamis pihak perusahaan sudah melakukan pembersihan," kata Moris saat dihubungi NTTzoom.com pada Jumat (31/7) petang.

‎Menurut Moris, pada Jumat siang pihak perusahaan kembali melakukan penyisiran setelah menerima laporan adanya penyebaran tumpahan ke lokasi lain.

‎"Tadi mereka menghubungi saya setelah mendapat informasi ada tumpahan lagi. Sekarang mereka menyisir di Uiasa, Huilelot dan Letbaun," ujarnya.

‎Ia menyebut hingga kini tumpahan oli telah dilaporkan mencapai Desa Hansisi, Huilelot, Uiasa, Ui Tiuh Ana dan Akle. Sementara Desa Letbaun, Otan dan Batuinan masih terus dipantau karena belum seluruh wilayah melaporkan adanya pencemaran.

‎Sementara itu, Danposramil Semau, Serma Sibolon M. Poto, mengatakan penyebaran oli terus meluas akibat terbawa arus laut.

‎"Itu di lokasi sekarang sudah menyebar, sudah hampir sampai di Desa Onan Sila. Oli ini dibawa arus sehingga titik penyebarannya banyak," katanya.

‎Menurutnya, perusahaan saat ini masih melakukan pembersihan di sejumlah lokasi yang terdampak. Namun, penyebaran oli yang terus mengikuti arus laut membuat penanganan menjadi lebih sulit.

‎"Sudah ada upaya pembersihan dari perusahaan. Dari tadi pagi mereka membersihkan lokasi yang terdampak dan besok akan dilanjutkan lagi," ujarnya.

‎Berdasarkan data lapangan, tumpahan oli telah dilaporkan mencemari Pantai Mumutula di Desa Bolok, Pantai Katabak, Pantai Bua Tuan dan Pantai Batu Hopon di Desa Huilelot, Pantai Hansisi, Pantai Uiasa, sepanjang pantai Desa Ui Tiuh Ana, Desa Alke, Desa Onan Sila serta sepanjang pesisir Desa Letbaun. Aparat setempat tidak menutup kemungkinan pencemaran akan terus meluas ke pantai-pantai lain di Pulau Semau seiring pergerakan arus laut. (es)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai